Call Us Telp. 022 7513943 | tokosyaamil@gmail.com

Cara Menggunakan Syaamil AlQuran Hafalan Tikrar

Cara Menggunakan Syaamil AlQuran Hafalan Tikrar
 Categories : Blog Syaamil Quran

Reviewed By admin - Rating : 4.5
 

Cara Menggunakan Syaamil AlQuran Hafalan Tikrar

Halaman Dalam Quran Hafalan Tikrar

Berikut penjelasan mengenai petunjuk cara menggunakan Syaamil AlQuran Hafalan Tikrar:

A. Bagian Kolom-Kolom Penanda Tikrar

  1. Tiga baris kolom paling atas yang diberi tanda TL adalah kolom-kolom penanda Tilawah. Kolom ini berjumlah 24 Kolom
  2. Setiap kolom ditandai dengan lima kali penandaan. Setiap kali membaca, bubuhkan tanda satu kali. Penandaan dapat menggunakan tanda silang lingkaran , seperti di bawah ini.
    • Cara Menggunakan Tikrar
  3. Kolom-kolom di bawah Basmalah adalah kolom-kolom untuk penanda Tikrar atau penanda pengulangan bacaan setiap penggalan yang telah ditentukan.
  4. Kolom penanda Tikrar terdiri dari 168 kolom, ditambah 21 kolom di kolom paling kiri untuk meletakan nomor-nomor ayat dan tanda pengulangan (tikrar magra’).
  5. Nomor-nomor ayat ditulis dalam 8 kolom dengan penggalan 2 kolom 2 kolom yang dipisahkan oleh tanda tikrar:
    • [TM1] = Tikrar Maqra’ 1.
    • [TM2] = Tikrar Maqra’ 2.
    • [TM3] = Tikrar Maqra’ 3.
    • [TM4] = Tikrar Maqra’ 4.
    • [TM1 - 2] = Tikrar Maqra’ 1 – 2.
    • [TM2 - 3] = Tikrar Maqra’ 2 – 3.
    • [TM1 - 3] = Tikrar Maqra’ 1 – 3. 
    • [TM2 - 4] = Tikrar Maqra’ 2 – 4. 
    • [TM1 - 4] = Tikrar Maqra’ 1 – 4.
  6. Kolom penanda muraja’ah di bawah kolom penanda tikrar terdiri dari 32 kolom, ditambah kolom-kolom di paling kiri yang diberi tanda [MR] = Muraja’ah.

B. Bagian Khat Al Quran

  1. Setiap kolom khat mushaf diberi identitas nama dan nomor surat yang diletakan di kiri atas. Nomor dan awal kalimat juz diletakkan di kanan atas.
  2. Nomor halaman diletakkan di bawah khat mushaf.
  3. Blok warna menandakan pembagian satu halaman menjadi 4 maqra’ (1 maqra’ = 1/4 halaman. Khat yang diberi warna biru diawal ayat atau awal penggalan merupakan tanda awal maqta’. khat yang diberi warna buram di akhir ayat atau akhir penggalan ayat merupakan tanda akhir maqta’ (1 maqta’ = 1/2 maqra’ = 1/8 halaman). satu maqta’  bisa terdiri dari satu ayat atau lebih. setiap 2 maqta’  disatukan menjadi satu maqra’. seiap halaman terdiri dari 4 maqra’ atau 8 maqta’.
  4. Ayat-ayat yang terlalu panjang dan tidak bisa dijadikan satu maqta’ dipotong-potong menjadi beberapa maqta’. Akhir dari setiap maqta’ mengikuti tanda waqaf dan panjang nya seimbang antara satu maqta’ dengan maqta’ lainnya. Contohnya ayat 282 dalam surat Al-Baqarah. Ayat tersebut dibagi menjadi 8 maqta’ dan ditandai dengan huruf [a], [b], [c], [d], [e], [f], [g], [h] setelah nomor ayat.

C. Bagian Bawah Khat

Di bagian bawah kolom khat mushaf adalah kolom-kolom kata kunci hafalan yang diambil dari setiap kalimat awal dan akhir setiap maqta’ . kolom-kolom paling bawah berisi ayat-ayat dari kolom khat mushaf di halaman tersebut yang mirip dengan ayat lain dalam surat yang sama.

Jadi jika metode ini dijalankan dengan sebenar-benarnya, In Sya Allah para pembaca akan hafal Al Quran dengan sendirinya, bahkan bisa lebih Mitqin (Lancar Sempurna)

 



Info & Pemesanan Silahkan Hubungi: Telp. 022 7513943 - SMS 0813-11317807 - BBM 266614EA

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.